Denmark Open 2026: Fajar/Fikri Rebut Gelar Juara

Olahraga

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Denmark Open 2026 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dua gim langsung di Odense, Minggu (18/10/2026) malam WIB. Kemenangan 21-8, 21-11 itu menjadi hasil utama Indonesia di turnamen BWF Super 750 tersebut.

Partai final di SJF Arena Bank berlangsung dalam kendali Fajar/Fikri. Mereka tampil agresif sejak awal dan membuat pasangan Malaysia, yang berstatus pasangan nomor empat dunia, kesulitan mengembangkan permainan. Gelar ini sekaligus menebus kegagalan Fajar/Fikri pada Denmark Open tahun sebelumnya.

Bahan berita yang tersedia tidak merinci tiga wakil Indonesia yang disebut lolos ke perempat final Denmark Open 2026. Informasi yang dapat dipastikan dari laporan tersebut adalah kemenangan Fajar/Fikri di final, sementara kabar lain di bahan sumber beralih ke kiprah pemain Indonesia pada French Open 2026.

Fajar/Fikri dominan sejak gim pertama

Fajar/Fikri langsung mengambil inisiatif pada gim pembuka. Mereka melesat hingga unggul 10-1, termasuk lewat rentetan delapan poin. Chia/Soh sempat menambah angka setelah lawan melakukan kesalahan saat menyerang, tetapi laju pasangan Indonesia tak terhenti.

Permainan Fajar/Fikri membuat Chia/Soh lebih banyak bertahan. Mereka mampu membaca ruang kosong dan mendorong lawan keluar dari posisi ideal, lalu mematikan bola ketika kesempatan terbuka. Keunggulan Indonesia bertambah hingga 19-8 sebelum gim pertama ditutup dengan skor 21-8.

Gim kedua sempat memberi tantangan berbeda. Serangan Fajar/Fikri belum setajam sebelumnya dan mereka tertinggal 0-4. Namun, pasangan Indonesia tetap bermain menekan dan akhirnya menuntaskan pertandingan dalam dua gim, 21-11.

Kemenangan itu terasa berarti karena lawan mereka bukan pasangan sembarangan. Aaron Chia/Soh Wooi Yik pernah menjadi juara Denmark Open tiga tahun sebelumnya. Meski demikian, pada partai puncak kali ini mereka kesulitan keluar dari tekanan dan lebih banyak memperoleh angka dari kesalahan Fajar/Fikri.

Alwi Farhan melangkah di French Open 2026

Setelah turnamen di Denmark, perhatian beralih ke French Open 2026 yang berlangsung pada 20-25 Oktober. Indonesia mengirim 14 wakil ke ajang Super 750 tersebut. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kembali bertanding setelah absen di Denmark Open karena Daniel mengalami cedera siku.

Leo/Daniel dijadwalkan menghadapi pasangan Chinese Taipei, Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee, pada babak pertama. Ganda putra menjadi sektor dengan wakil terbanyak bagi Indonesia, yakni lima pasangan. Sementara itu, tunggal putra dan ganda putri masing-masing diperkuat tiga wakil.

Di tunggal putra, Alwi Farhan, Jonatan Christie, dan Moh Zaki Ubaidillah menjadi wakil Indonesia. Alwi lebih dulu memastikan tempat di babak 16 besar setelah menumbangkan Lin Chun-Yi pada babak 32 besar, Rabu (21/10/2026) malam WIB, di Arena Grand Paris.

Alwi menghadapi lawan yang disebut sebagai juara All England 2026 itu dengan permainan terukur. Ia sempat unggul 14-7 pada gim pertama, sebelum Lin menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Alwi menjaga ketenangan di poin penting dan menutup gim tersebut 21-16.

Gim kedua berjalan lebih sulit bagi pemain asal Solo itu. Setelah awal yang ketat, Alwi tertinggal dari 8-9 hingga 13-19 dan kehilangan gim dengan skor 13-21. Meski demikian, ia tetap melaju ke babak 16 besar. Hasil di Paris membuka kesempatan bagi Alwi untuk melanjutkan langkahnya, sementara para wakil Indonesia lainnya berusaha menjaga persaingan di turnamen yang sama.

Catatan hasil Indonesia di dua turnamen

Catatan yang terverifikasi dari rangkaian laporan ini memperlihatkan dua capaian berbeda: gelar Fajar/Fikri di Denmark dan langkah Alwi ke babak 16 besar French Open. Keduanya memberi gambaran singkat tentang perjalanan pemain Indonesia dalam dua turnamen berurutan, tetapi tidak cukup untuk mengidentifikasi tiga wakil yang disebut mencapai perempat final Denmark Open.

Perkembangan para pemain di French Open akan menjadi perhatian berikutnya, terutama setelah Leo/Daniel kembali ke lapangan dan Alwi melewati ujian awal. Hasil babak-babak selanjutnya akan menentukan sejauh mana Indonesia dapat menjaga momentum dari gelar yang diraih Fajar/Fikri di Odense.