Nick Woltemade menjadi penentu kebangkitan Juventus saat ditahan Stade Rennais 2-2 pada matchday ketiga Liga Europa. Penyerang asal Jerman itu menyumbang satu assist dan satu gol, sekaligus membantu klub Turin menjaga rekor tak terkalahkan di fase liga kompetisi Eropa.
Juventus sempat berada dalam situasi sulit, tetapi kontribusi Woltemade menjaga tim tetap dalam pertandingan. Ia mengirim umpan yang berujung gol Zeki Celik pada menit kelima, lalu menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti pada menit ke-66.
Hasil imbang itu belum membawa kemenangan yang diinginkan Bianconeri. Namun, respons para pemain setelah tertinggal dan kemampuan mereka kembali menekan menjadi catatan penting bagi tim asuhan Luciano Spalletti.
Assist dan penalti Woltemade hidupkan Juventus
Juventus memulai laga dengan gol cepat. Umpan Woltemade kepada Celik pada menit kelima membuka skor bagi tim tuan rumah dan memberi mereka awal yang menjanjikan. Penyerang Jerman itu terus menjadi bagian penting dari upaya Juventus membangun serangan.
Rennes kemudian membuat pertandingan tak berjalan sesuai harapan tuan rumah. Juventus harus berjuang untuk mengejar ketertinggalan, sebelum peluang dari titik putih memberi mereka jalan kembali. Woltemade mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-66.
Gol tersebut mengubah momentum. Juventus kembali punya peluang untuk mengejar kemenangan, sementara Woltemade terus menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Pada pengujung babak kedua, ia bahkan mendapat dua kesempatan melalui bola udara untuk mencetak gol penentu, tetapi upayanya belum menghasilkan gol tambahan.
Kontribusi langsung terhadap dua gol Juventus membuat penampilan Woltemade menonjol di tengah hasil yang tidak sepenuhnya memuaskan. Ia tidak hanya menyelesaikan peluang dari penalti, tetapi juga terlibat dalam gol pembuka. Perannya memberi dorongan bagi Juventus untuk terus mencari cara membalikkan keadaan.
Juventus bangkit, tetapi belum meraih tiga poin
Gelandang Teun Koopmeiners menilai respons tim pada babak kedua menunjukkan karakter Juventus. Menurut dia, penampilan setelah turun minum memberi alasan bagi Bianconeri untuk merasa pantas mendapatkan hasil lebih baik.
“Cara kami merespons pada babak kedua sangat berarti. Saya pikir kami pantas menang pada babak kedua,” ujar Koopmeiners.
Penilaian itu sejalan dengan upaya Juventus yang terus mencari solusi, meski kemenangan tak kunjung datang. Pelatih Luciano Spalletti juga menyoroti sikap para pemain yang tetap bertahan dalam pertandingan setelah menghadapi momen sulit.
“Momen-momen itu bisa saja membuat kami terpuruk, tetapi para pemain terus bermain, mengambil keputusan, dan berusaha mencari solusi,” kata Spalletti.
Hasil imbang tersebut datang setelah Juventus menjalani pekan yang berat di kompetisi domestik, termasuk pertandingan melawan Lazio. Woltemade meminta rekan-rekannya tidak larut dalam hasil sebelumnya dan mempertahankan energi positif yang mereka tunjukkan saat menghadapi Rennes.
“Kami harus terus percaya dan berjuang. Kami harus melupakan pertandingan melawan Lazio dan menemukan energi positif, terutama malam ini,” kata Woltemade kepada Sky.
Ia mengakui Juventus telah berusaha meraih kemenangan, tetapi hasil belum berpihak kepada mereka. Pesan yang disampaikan penyerang itu jelas: tim perlu menjaga semangat dan melanjutkan pekerjaan, bukan berhenti pada kekecewaan karena gagal mengamankan tiga poin.
Rekor Eropa terjaga, AZ Alkmaar menanti
Tambahan satu poin membuat Juventus mempertahankan catatan tak terkalahkan di fase liga setelah menjalani laga-laga sebelumnya di Eropa. Klub Turin itu masih berada dalam posisi yang baik di klasemen, dengan Woltemade menjadi salah satu tumpuan serangan mereka.
Meski demikian, hasil melawan Rennes memperlihatkan bahwa menjaga rekor tak terkalahkan tidak sama dengan mengamankan kemenangan. Dua peluang Woltemade pada akhir laga menunjukkan Juventus masih mampu mengancam, tetapi tim belum berhasil mengubah tekanan menjadi gol penentu.
Juventus kini kembali mengalihkan perhatian ke kompetisi domestik sebelum melanjutkan kiprah Eropa. Pada laga grup berikutnya, tim asuhan Spalletti dijadwalkan menghadapi AZ Alkmaar di Belanda pada November.
Woltemade mengajak tim melangkah dengan keyakinan yang sama seperti saat bangkit menghadapi Rennes. Bagi Juventus, tantangan berikutnya adalah mempertahankan energi itu sekaligus mengubah respons positif menjadi hasil penuh.
