Wisatawan Indonesia kini dapat menggunakan QRIS Jepang untuk membayar sejumlah kebutuhan selama berada di Negeri Sakura, mulai dari mengambil omikuji di Kuil Sensoji hingga membeli kopi dan oleh-oleh. Pembayaran dilakukan lewat aplikasi domestik dengan memindai kode JPQR Global yang tersedia di merchant tertentu.
Layanan QRIS lintas negara di Jepang resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2025. Jaringannya masih mencakup puluhan merchant, tetapi Bank Indonesia (BI) terus mendorong perluasan penerimaan sekaligus mengenalkan cara penggunaannya kepada masyarakat.
Dari omikuji di Sensoji hingga jajanan dan suvenir
Salah satu tempat yang mulai menerima pembayaran QRIS adalah Kuil Sensoji di kawasan Asakusa, Tokyo. Sejak April 2026, wisatawan Indonesia dapat membayar uang persembahan sebesar 100 yen saat mengambil omikuji, kertas ramalan keberuntungan yang menjadi bagian dari tradisi di kuil-kuil Jepang.
Kepala Pengelola Kuil Sensoji, Moriyama, mengatakan pembayaran digital itu memudahkan pengunjung sekaligus pengelola. Dengan transaksi tunai, pihak kuil perlu menyiapkan uang kembalian dan menghitung banyak uang logam bernilai 100 yen.
“Sistem yang disediakan oleh Bank Indonesia sangat memudahkan juga bagi kami. Karena kalau tunai, kami harus menyediakan kembalian dan cukup repot juga menghitung uang logam 100 yang sangat banyak,” ujar Moriyama.
Meski tersedia, QRIS belum banyak digunakan pengunjung Indonesia di Sensoji. Moriyama menyebut sekitar 2 persen pengunjung Indonesia menggunakan metode tersebut. Pembayaran digital dari wisatawan China, terutama melalui WeChat Pay, masih lebih banyak digunakan.
Di kawasan yang sama, QRIS juga dapat digunakan untuk membeli jajanan seperti es krim dan berbelanja suvenir. Namun, fasilitas itu belum tersedia di semua toko. Pengunjung perlu mencari logo JPQR yang menandai merchant menerima pembayaran melalui QRIS.
Pilihan pembayaran ini juga tersedia di toko suvenir Tokyo Print Kobo di Tokyo Tower. Sementara di Kichijoji, Tokyo, Kedai Surabi milik Adi Nurwan menjadi salah satu usaha kuliner Indonesia yang menggunakan QRIS.
QRIS Jepang menyasar usaha kuliner dan kopi
Penerimaan QRIS tidak hanya membantu wisatawan yang berkunjung, tetapi juga pelaku usaha Indonesia di Jepang. Kopikalyan, jaringan kedai kopi asal Indonesia, membuka cabang luar negeri pertamanya di Garden Square Harajuku, Tokyo, pada awal 2021. Country Director Kopikalyan Tokyo, Kenny Erawan, menyebut QRIS menjadi alternatif pembayaran bagi wisatawan Indonesia dan diaspora.
Pelanggan dapat membayar menggunakan saldo rupiah, yang dikonversi dalam proses transaksi. Dari sisi usaha, Kenny menilai biaya transaksi QRIS dan JPQR kompetitif dibandingkan sejumlah metode pembayaran lain.
“Paling penting menurut saya adalah di zaman sekarang karena pembayaran mayoritas menggunakan credit card dan pembayaran digital persentase itu menjadi penting buat kami. Setahu saya persentase yang dikenakan dari QRIS dan JPQR ini adalah salah satu yang termurah,” ujar Kenny.
Bagi Kopikalyan, sistem pembayaran itu melengkapi upaya memperkenalkan produk Indonesia kepada konsumen Jepang. Kedai tersebut menyajikan kopi spesialti dari sejumlah daerah di Indonesia serta minuman khas Nusantara, antara lain kunyit asam, beras kencur, dan Tolak Angin Latte.
Di Osaka, Yuki Onishi, pemilik Euki Nusantara, turut mendorong penggunaan QRIS antarnegara. Ia menyediakan fasilitas pembayaran JPQR di kedai kopinya dan aktif mengenalkan layanan tersebut kepada pelaku usaha kedai kopi lain di wilayah Kansai.
BI dorong perluasan merchant penerima QRIS
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan pengembangan QRIS di Jepang merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi kedua negara. Menurut dia, pembayaran lintas negara dapat membantu transaksi berlangsung lebih efisien, aman, dan cepat.
“QRIS ini akan membantu transaksi yang dilakukan antara kedua negara, cross-border payment, sehingga akan memberikan perbaikan dari sisi efisiensi, keamanan, dan kecepatan,” kata Ricky saat dijumpai di Tokyo, Rabu (14/10).
BI juga mengandalkan sosialisasi dan perluasan jaringan merchant untuk mendorong penggunaan QRIS. Pengalaman penerapan pembayaran lintas negara di sejumlah negara dinilai menunjukkan perkembangan positif, sementara hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang menjadi salah satu faktor pendukung optimisme BI.
Penggunaan QRIS di Jepang masih terbatas pada merchant yang menyediakan kode JPQR Global. Karena itu, wisatawan perlu memastikan tanda penerimaan pembayaran sebelum bertransaksi. Jangkauan yang semakin luas berpotensi membuat pembayaran digital ini lebih mudah dijumpai, baik di destinasi wisata maupun usaha yang menawarkan produk Indonesia.
