EPOMAKER EM3, Mouse Gaming 56 Gram dengan Dock Magnetis

Teknologi

EPOMAKER EM3 membawa bobot sekitar 56 gram ke kelas mouse gaming dengan harga sekitar 36 dollar AS. Perangkat ini menggabungkan bodi berkomposit serat karbon, sensor PixArt, tiga pilihan koneksi, dan dock pengisian magnetis. Kombinasi tersebut menjadikan EM3 pilihan yang mengutamakan bobot ringan sekaligus menawarkan fitur untuk pemakaian lintas perangkat.

Dalam laporannya, Jagat Play menyebut EM3 tersedia dalam warna hitam, silver, dan pink. Bentuknya simetris dengan dimensi 121,2 × 63,9 × 37,3 milimeter. EPOMAKER menyasar pengguna dengan ukuran tangan kecil hingga menengah, sedangkan bobotnya dapat menjadi pertimbangan bagi pemain yang menginginkan mouse lebih ringan saat digerakkan.

Bodi komposit dan sensor PAW3315

Bagian atas serta tombol utama dibuat dari campuran ABS dan serat karbon. Menurut spesifikasi yang dirujuk Jagat Play dari situs resmi EPOMAKER, material komposit di bagian atas juga bersifat konduktif. Perusahaan menyatakan sifat itu memungkinkan permukaan mouse berinteraksi dengan layar sentuh kapasitif.

Untuk membaca gerakan, EM3 menggunakan sensor PixArt PAW3315 dengan sensitivitas tertinggi 16.000 DPI. Angka DPI dapat dipilih dalam enam tingkat memakai tombol fisik pada mouse. Pengguna tidak harus membuka aplikasi untuk mengganti tingkat sensitivitas tersebut, sehingga pengaturan dasar bisa dilakukan langsung dari perangkat.

Kecepatan pelaporan berbeda menurut koneksi yang dipakai. Melalui kabel USB atau sambungan nirkabel 2,4 GHz, polling rate mencapai 1.000 Hz. Jika tersambung lewat Bluetooth, nilainya turun menjadi 125 Hz. Perbedaan ini memberi pengguna opsi untuk memilih koneksi sesuai kebutuhan, dengan spesifikasi respons tertinggi tersedia pada mode kabel dan 2,4 GHz.

EM3 memiliki dua tombol di sisi bodi yang dapat diprogram. Tombol utamanya memakai switch Huano Blue Shell White Dot. Pengaturan yang lebih rinci tersedia melalui EPOMAKER Hub versi web atau Driver 3.0, termasuk fungsi tombol, debounce, dan koreksi gerakan. Kedua jalur perangkat lunak itu memberi alternatif bagi pengguna yang ingin mengubah perilaku mouse, di luar pengaturan DPI lewat tombol fisik.

Tiga cara tersambung, satu dock magnetis

Mouse ini mendukung USB berkabel, wireless 2,4 GHz, dan Bluetooth. Dock yang disertakan berfungsi sebagai penerima koneksi 2,4 GHz, sekaligus tempat meletakkan mouse dan mengisi dayanya. Mekanisme magnetis menjadi bagian dari sistem pengisian, sementara dock dilengkapi lampu RGB serta tombol khusus untuk mengatur efek cahaya.

Dukungan tiga mode koneksi membuat EM3 dapat dipakai dengan komputer maupun perangkat lain yang kompatibel. EPOMAKER mencantumkan Windows dan macOS sebagai sistem operasi yang didukung. Namun, sumber tidak merinci cara berpindah antarmode atau jumlah perangkat yang dapat tersimpan bersamaan, sehingga kemampuan tersebut tidak bisa dipastikan hanya dari spesifikasi yang dipaparkan.

Fleksibilitas koneksi ini juga memiliki kompromi teknis. Pengguna yang mengejar polling rate tertinggi perlu memilih kabel atau 2,4 GHz, sedangkan Bluetooth menawarkan opsi nirkabel dengan angka pelaporan lebih rendah. Pilihan mode itu dapat disesuaikan berdasarkan perangkat yang digunakan dan prioritas pengguna.

Klaim baterai hingga 55 jam

Di dalam EM3 terdapat baterai berkapasitas 600 mAh. EPOMAKER mengklaim daya tahannya mencapai 50 jam saat RGB menyala dan 55 jam ketika pencahayaan dimatikan. Angka tersebut merupakan klaim perusahaan; laporan Jagat Play tidak memaparkan kondisi pengujian atau tingkat penggunaan yang menjadi dasar pengukuran.

Harga sekitar 36 dollar AS menempatkan EM3 sebagai tawaran yang relatif terjangkau menurut laporan Jagat Play, meski harga jual dan ketersediaannya di Indonesia tidak disebutkan. Dengan bobot 56 gram, sensor 16.000 DPI, dan dock bawaan, spesifikasi yang tersedia memperlihatkan fokus produk ini pada kombinasi ringan dan kelengkapan. Calon pembeli masih perlu menunggu informasi harga lokal serta memastikan fitur dan kompatibilitas yang dibutuhkan sebelum memilihnya.