RTX 2080 Ti 22 GB Diuji, Kapan FPS Meningkat?

Teknologi

Modifikasi RTX 2080 Ti menjadi 22 GB VRAM memberi hasil yang mencolok di sejumlah game 4K, tetapi tambahan memori itu tidak otomatis membuat semua permainan berjalan lebih cepat. Dalam pengujian yang dilaporkan Jagat Review, peningkatan paling terasa muncul saat kebutuhan game melampaui kapasitas 11 GB pada kartu versi standar.

Kartu hasil modifikasi tersebut mempertahankan GPU TU102 berarsitektur Turing, antarmuka memori 352-bit, dan bandwidth 616 GB/s. Perubahan dilakukan pada chip memorinya: sebelas chip GDDR6 berkapasitas 1 GB diganti dengan chip Samsung berkapasitas 2 GB. Kapasitas VRAM pun naik dua kali lipat, dari 11 GB menjadi 22 GB.

Perbedaan antara kapasitas memori dan kemampuan komputasi menjadi kunci untuk membaca hasilnya. Modifikasi ini memperluas ruang VRAM, tetapi tidak mengganti GPU atau mengubah spesifikasi antarmuka dan bandwidth yang disebutkan. Karena itu, manfaatnya bergantung pada seberapa besar memori yang dibutuhkan game atau aplikasi.

Perbedaan terlihat pada pengujian game 4K

Dalam Microsoft Flight Simulator 2024 pada resolusi 4K, RTX 2080 Ti 22 GB mencatat rata-rata 52,5 FPS. Versi 11 GB menghasilkan 30,2 FPS. Selisihnya cukup besar pada pengujian tersebut.

Marvel’s Spider-Man 2 juga menunjukkan kenaikan. Kartu modifikasi mencapai 64 FPS, sedangkan RTX 2080 Ti standar mencatat 39,4 FPS. Angka-angka ini memperlihatkan bahwa kapasitas VRAM tambahan dapat beriringan dengan peningkatan performa ketika game yang diuji membutuhkan lebih banyak memori.

Namun, hasil tersebut tidak berlaku merata. Pada pengujian 1440p, perbedaan performa kedua kartu relatif kecil. Dengan demikian, angka 22 GB bukan jaminan FPS selalu bertambah. Beban game dan kebutuhan memorinya ikut menentukan apakah kapasitas ekstra itu memberi dampak.

Contoh lain muncul pada Indiana Jones and the Great Circle. Versi RTX 2080 Ti dengan VRAM 11 GB mengalami crash dalam pengujian yang dilaporkan. Informasi itu menunjukkan kendala pada kartu standar di skenario tersebut, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan angka performa versi 22 GB di game yang sama.

VRAM besar membantu, tetapi GPU tetap sama

Hasil pengujian itu mempertegas batas modifikasi. Penambahan kapasitas memori tidak mengubah kemampuan komputasi RTX 2080 Ti. GPU tersebut tetap memakai TU102 Turing, sehingga peningkatan VRAM tidak serta-merta membuatnya menyamai kartu grafis generasi baru.

Batas itu juga tampak pada penggunaan AI melalui ComfyUI. Kapasitas 22 GB membantu kartu menjalankan workload AI, tetapi waktu pengerjaannya masih jauh dari RTX 5070 Ti pada pengujian paling berat. RTX 2080 Ti hasil modifikasi membutuhkan sekitar 315 detik, sedangkan RTX 5070 Ti menyelesaikannya dalam sekitar 85 detik.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa kapasitas memori dan kecepatan pemrosesan merupakan hal berbeda. VRAM yang lebih besar dapat membantu saat kebutuhan memori menjadi penghambat, tetapi tidak menghapus selisih kemampuan komputasi antargenerasi. Karena itu, hasil di game tertentu tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan bahwa kartu modifikasi ini unggul secara umum.

Kartu modifikasi ditawarkan sekitar 499 dollar AS

RTX 2080 Ti dengan kapasitas 22 GB dilaporkan muncul di sejumlah situs e-commerce, termasuk Alibaba dan eBay. Harganya berada di kisaran 499 dollar AS. Informasi yang tersedia tidak merinci kondisi masing-masing unit atau pengujian tambahan di luar hasil yang disebutkan, sehingga angka harga itu sebaiknya dipahami sebagai kisaran penawaran.

Bagi pengguna yang mempertimbangkan kartu ini, hasil pengujian mengarah pada satu batas praktis: manfaat kapasitas 22 GB paling mungkin terasa pada game atau workload yang benar-benar membutuhkan lebih dari 11 GB. Pada resolusi 1440p, perbedaan yang dilaporkan kecil, sementara pengujian AI menunjukkan kartu tersebut masih tertinggal dari RTX 5070 Ti. Ukuran VRAM yang besar jadi keunggulan khusus, bukan pengganti GPU yang lebih baru.