Park House, rumah masa kecil Putri Diana di Norfolk, Inggris, terbengkalai sejak 2021. Bangunan yang berjarak sekitar 500 meter dari Istana Sandringham itu kini dikelilingi tanaman liar, sementara gudang kayunya tampak rusak dan jendela-jendelanya pecah.
Rumah tersebut masih berdiri kokoh, tetapi kondisinya terlihat tak terawat. Pagar kayu pendek dipasang mengelilingi properti untuk mencegah orang masuk. Namun, keadaannya dinilai belum cukup untuk menghalangi akses ke bangunan.
Park House bukan sekadar rumah tua di dekat kediaman keluarga kerajaan. Putri Diana lahir di sana pada 1961 dan menghabiskan masa kecilnya di rumah itu hingga berusia 14 tahun. Kini, kondisinya memunculkan kekecewaan di kalangan warga setempat.
Kondisi Park House menuai kekecewaan warga
Selina Raines, warga Desa Snettisham yang tinggal tidak jauh dari Park House, menyayangkan rumah tersebut dibiarkan begitu saja. Ia mengatakan, banyak orang mungkin tidak mengetahui kondisinya karena bangunan itu tidak terlihat dari jalan.
“Sungguh sedih mengetahui bagaimana rumah itu ditinggalkan begitu saja. Jika penduduk setempat tahu mereka akan terkejut, tetapi Anda tidak dapat melihatnya (rumah) dari jalan sehingga sangat sedikit yang tahu bagaimana rumah itu ditinggalkan. Sungguh menyedihkan,” kata Raines, dikutip dari Mirror.
Warga lain yang tidak disebutkan namanya juga mempertanyakan prioritas investasi di kawasan Sandringham. Mereka menyoroti bahwa Raja Charles III telah menggelontorkan dana untuk sejumlah proyek di sekitar kawasan tersebut, sementara rumah masa kecil Diana belum mendapat perhatian serupa.
Pada Juni 2024, Charles mendapat persetujuan untuk membuka lokasi glamping mewah seluas 25 hektare. Pada November tahun yang sama, ia memasang sekitar 2.000 panel surya untuk mendukung kebun pribadinya. Kontras dengan proyek-proyek itu, Park House masih kosong dan tidak terurus.
Dari rumah keluarga Spencer menjadi panti disabilitas
Park House dibangun pada 1862 atas permintaan Raja Edward VII untuk pegawai senior di kediamannya. Rumah bergaya Jacobethan itu memiliki 16 kamar dan dilengkapi fasilitas seperti kolam renang. Kakek Diana kemudian menyewa rumah tersebut, sebelum keluarga Spencer menempatinya.
Ibu Diana, Frances Shand Kydd, lahir di Park House pada 1936. Ayahnya, John Spencer, kemudian menjadi penyewa rumah itu. Diana lahir di sana pada 1961 dan tinggal bersama keluarganya sampai berusia 14 tahun.
Diana meninggalkan Park House setelah ayahnya mewarisi gelar Earl. Ia kemudian pindah ke Althorp, kediaman leluhur keluarga Spencer. Perjalanan rumah tersebut berlanjut jauh setelah keluarga Diana pergi: pada 1987, Ratu Elizabeth II menghibahkannya kepada Leonard Cheshire Disability untuk digunakan sebagai tempat pelayanan bagi penyandang disabilitas.
Selama lebih dari tiga dekade, Park House berfungsi sebagai fasilitas sosial. Ketika masih beroperasi, rumah itu memiliki tangga dengan aksen garis merah, perapian besar, seprai bermotif bunga, serta taman luas. Foto mendiang Putri Wales juga dipajang di dekat perapian, menjadi pengingat hubungan bangunan itu dengan Diana.
Rencana renovasi batal setelah pandemi
Pengelola sempat merencanakan renovasi pada 2019. Pada September tahun itu, yayasan menyepakati alokasi dana sebesar £2,3 juta, setara sekitar Rp 55,6 miliar menurut kurs yang dicantumkan sumber, untuk memperbaiki Park House. Dana pendamping dengan jumlah yang sama juga direncanakan bagi investasi lanjutan.
Namun, pandemi COVID-19 mengubah rencana tersebut. Yayasan mengalihkan dana untuk merespons pandemi, sementara biaya proyek meningkat. Dalam pernyataannya, pengelola menyebut pengeluaran renovasi tidak lagi dapat dibenarkan, terutama dengan mempertimbangkan hambatan yang masih dihadapi penyandang disabilitas serta ketidakpastian dampak pandemi terhadap kegiatan mereka.
Yayasan kemudian mengusulkan penghentian proyek pengembangan dan bekerja sama dengan Sandringham Estate untuk mengakhiri perjanjian sewa. Pada 2021, Park House ditinggalkan dan sejak itu tidak lagi digunakan.
Belum ada informasi dalam laporan mengenai rencana baru untuk bangunan tersebut. Sementara itu, kerusakan yang terlihat pada gudang dan kondisi halaman yang dipenuhi tanaman liar membuat masa depan rumah bersejarah ini menjadi perhatian. Bagi warga, merawat Park House berarti menjaga bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga bagian dari kisah masa kecil Putri Diana.
