Port USB Bandara dan Risiko Juice Jacking

Teknologi

Port USB di bandara memang praktis saat baterai ponsel menipis, tetapi pengguna sebaiknya memahami risiko juice jacking sebelum menghubungkan perangkat. Serangan ini secara teori memungkinkan pencurian data atau pemasangan malware melalui port pengisian yang telah dimodifikasi. Meski begitu, laporan mengenai ancaman tersebut perlu dibaca dengan ukuran yang tepat: bukti konsep pernah diperagakan, tetapi belum ada laporan kredibel tentang serangan berhasil yang menyasar pengguna di port publik.

TSA pernah mengingatkan penumpang agar tidak mencolokkan ponsel langsung ke port USB bandara. Dalam unggahan Facebook pada Maret 2025, lembaga itu menganjurkan penggunaan kepala charger sendiri atau baterai portabel yang sesuai aturan penerbangan. Saran tersebut merupakan langkah pencegahan, bukan bukti bahwa setiap fasilitas pengisian daya publik telah disusupi.

Mengapa port pengisian dapat membawa risiko

USB mengalirkan listrik sekaligus menyediakan jalur komunikasi data. Jika perangkat terhubung ke port yang dikendalikan pihak berniat jahat, jalur data itu secara teoritis dapat dimanfaatkan untuk mengakses ponsel. Pemerintah Kota Cirebon menjelaskan bahwa skenario serangan dapat mencakup pencurian informasi atau pemasangan perangkat lunak berbahaya. Namun, keberadaan kemungkinan teknis tidak serta-merta berarti serangan tersebut umum terjadi.

Sejumlah percobaan keamanan menunjukkan bagaimana ancaman itu dapat bekerja. Pada 2011, peneliti Aires Security memperkenalkan konsep kios pengisian yang memperingatkan pengguna bahwa port USB bisa menjadi sarana serangan. Dua tahun kemudian, tim Georgia Tech memamerkan Mactans, sebuah prototipe charger yang diperagakan dapat memasang malware pada iPhone dengan iOS 6. Keduanya merupakan demonstrasi, bukan laporan serangan terhadap korban di bandara.

Apple kemudian memperkuat perlindungan perangkatnya. Setelah demonstrasi Mactans dipublikasikan, iPhone mulai meminta persetujuan pengguna ketika terhubung ke komputer baru yang hendak mengakses data. Jika ponsel menampilkan permintaan untuk memercayai perangkat yang tidak dikenal, pilih penolakan kecuali memang sengaja ingin bertukar data.

Peringatan resmi dan bukti kejadian nyata

Telset.id melaporkan bahwa FBI dan TSA pernah menyampaikan peringatan mengenai juice jacking. Namun, sejumlah ahli keamanan mempertanyakan seberapa nyata ancaman itu dalam kasus sehari-hari. Federal Communications Commission (FCC) juga pernah menerbitkan peringatan serupa, lalu menariknya setelah muncul keberatan dari kalangan teknologi.

Pada 2019, jaksa wilayah Los Angeles County turut mengingatkan masyarakat tentang risiko port publik. Belakangan, kantor tersebut menyatakan tidak ada kasus yang tercatat. Laporan Telset.id juga menyebut belum ada catatan kredibel tentang serangan sukses melalui port pengisian publik. Artinya, risiko tidak perlu diabaikan, tetapi tidak tepat pula menganggap setiap port USB sebagai perangkat peretas.

Perbedaan ini penting bagi penumpang yang harus mengisi daya saat bepergian. Demonstrasi laboratorium membuktikan suatu teknik mungkin dilakukan, sementara data mengenai kejadian di lapangan masih terbatas. Pilihan paling masuk akal adalah mengurangi peluang terhubung ke jalur data yang tidak dikenal, tanpa membesar-besarkan kepastian ancaman.

Opsi lebih aman saat baterai hampir habis

Cara paling sederhana ialah memakai stopkontak dinding dengan kepala charger dan kabel sendiri. Sambungan itu tidak melewati port USB publik yang berpotensi membuka jalur data. Power bank pribadi juga menjadi pilihan praktis. Jika tersedia titik pengisian yang secara khusus memblokir transfer data, fasilitas tersebut dapat digunakan sebagai alternatif.

Bila hanya ada port USB publik, pengguna dapat menambahkan USB data blocker. Adaptor kecil ini meneruskan daya, tetapi memutus jalur data sehingga ponsel tidak berkomunikasi dengan port. Kabel khusus pengisian daya saja juga dapat menjalankan fungsi serupa. Pemkot Cirebon menyarankan pengguna menolak permintaan transfer data dari sumber yang tidak dikenal.

Perangkat pemblokir bukan perlindungan untuk semua risiko. Data blocker tidak mengatasi kemungkinan keluaran tegangan yang tidak normal, sehingga charger pribadi tetap pilihan utama. Dampaknya pada kecepatan pengisian juga bergantung pada jenis perangkat dan aksesori. Telset.id mencatat blocker USB-A dapat menghambat pengisian cepat tertentu, sedangkan produk USB-C modern tidak selalu menghadapi kendala yang sama.

Pengguna iPhone sebaiknya tidak menyetujui permintaan untuk memercayai komputer asing. Pada perangkat lain, pilih mode pengisian daya saja jika tersedia. Sistem operasi yang diperbarui juga membantu menutup celah keamanan, meski tidak menggantikan kebiasaan menghindari sambungan yang tidak dikenal.

Untuk perjalanan berikutnya, charger dinding dan baterai portabel pribadi dapat disiapkan sebelum berangkat. Jika keadaan memaksa memakai port publik, gunakan pemblokir data dan periksa setiap permintaan akses yang muncul di layar.