Paris Jackson Tolak Kompensasi Pengelola Warisan

Hiburan

Paris Jackson menolak permintaan kompensasi John Branca yang nilainya disebut mencapai 100 juta hingga 109 juta dollar AS, atau sekitar Rp 1,97 triliun. Putri Michael Jackson itu juga meminta pengadilan menurunkan persentase imbalan bagi administrator warisan ayahnya dari 15 persen menjadi 10 persen.

Keberatan tersebut diajukan dalam dokumen pengadilan terbaru di Los Angeles. Menurut laporan detikcom, Paris menilai permintaan pembayaran itu tidak disertai rincian dan alasan yang cukup untuk membenarkan besarnya jumlah yang diminta. Ia juga mempersoalkan kelengkapan administrasi dokumen yang digunakan untuk mendukung pencairan dana.

Pokok sengketa ini berkaitan dengan pemasukan dari aktivitas hiburan yang menghasilkan uang bagi harta warisan Michael Jackson. Branca, yang telah lama menjadi eksekutor warisan, meminta kompensasi berdasarkan pendapatan tersebut. Paris mempersoalkan bukan hanya nilai yang diajukan, tetapi juga persentase yang menjadi dasar perhitungan.

Paris minta persentase imbalan diturunkan

Dalam permintaannya, Paris mengusulkan agar tingkat kompensasi administrator turun dari 15 persen menjadi 10 persen dari pendapatan kotor kegiatan hiburan warisan. Angka 15 persen itu menjadi salah satu titik utama perselisihan, bersama besaran pembayaran yang diminta Branca.

Dokumen yang dipersoalkan berkaitan dengan klaim imbalan jasa bernilai sangat besar. Paris menilai berkas pendukungnya cacat secara administratif dan belum memberi penjelasan yang memadai tentang dasar pembayaran. Keberatan itu membuat pengadilan diminta menilai kembali permintaan kompensasi, termasuk cara angka tersebut dihitung.

Perbedaan lima poin persentase dapat berpengaruh pada jumlah yang diterima pengelola ketika dihitung dari pendapatan kotor kegiatan hiburan. Namun, bahan perkara yang dilaporkan tidak memerinci jumlah pemasukan yang menjadi dasar penghitungan maupun keputusan terbaru hakim atas permintaan Branca. Karena itu, belum dapat dipastikan berapa nilai akhir kompensasi yang akan disetujui.

Persoalan ini juga memperlihatkan bahwa pertentangan antara Paris dan pengelola warisan tidak terbatas pada satu pos pengeluaran. Di satu sisi, Paris meminta rincian dan dasar perhitungan yang lebih jelas untuk kompensasi administrator. Di sisi lain, pihak pengelola pernah mempersoalkan klaim biaya hukum yang diajukan Paris sendiri.

Putusan sebelumnya menyangkut bonus firma hukum

Perseteruan di pengadilan itu memiliki riwayat. Pada Mei, Paris memenangi gugatan terkait bonus sebesar 625.000 dollar AS, sekitar Rp 11,34 miliar, yang dibayarkan kepada tiga firma hukum dari luar. Hakim memutuskan pembayaran tersebut tidak tepat dan harus dikembalikan ke kas warisan.

Dalam penilaian hakim, jumlah bonus itu tampak ditetapkan secara sewenang-wenang dan bertumpu pada keputusan Branca. Putusan tersebut berbeda perkara dengan permintaan kompensasi terbaru, tetapi menjadi bagian dari rangkaian sengketa tentang pengeluaran dan pengelolaan dana warisan.

Pengelola warisan yang dipimpin Branca sebelumnya juga mengajukan keberatan atas tagihan biaya hukum Paris sebesar 1,16 juta dollar AS, atau sekitar Rp 21,05 miliar. Keberatan itu didasarkan pada anggapan bahwa beberapa bagian pekerjaan yang ditagihkan tidak berhubungan langsung dengan sengketa yang dimenangi Paris.

Dengan demikian, kedua pihak sama-sama memperdebatkan kaitan antara pekerjaan hukum dan biaya yang dibebankan kepada warisan. Namun, angka serta pos yang disengketakan berbeda: Paris menantang kompensasi administrator dan bonus firma hukum, sementara kubu pengelola menolak sebagian biaya hukum Paris.

Pengadilan diminta menilai dasar pembayaran

Langkah Paris menempatkan transparansi pencatatan dan pertanggungjawaban biaya sebagai inti keberatannya. Ia meminta pengadilan tidak hanya melihat nominal kompensasi, tetapi juga menilai apakah dokumen dan dasar pengajuannya memadai. Sikap tersebut disampaikan dalam proses hukum mengenai administrasi harta peninggalan Michael Jackson.

Perkara ini menyangkut aset warisan yang memperoleh pemasukan dari kegiatan hiburan. Untuk permintaan terbaru Branca, angka 100 juta hingga 109 juta dollar AS menjadi nilai yang dipersoalkan Paris. Sementara itu, usulan penurunan tingkat kompensasi akan mengubah persentase yang digunakan untuk menghitung imbalan administrator bila disetujui.

Belum ada keputusan terbaru dalam bahan laporan mengenai apakah pengadilan akan menerima permintaan Paris untuk menurunkan tingkat kompensasi atau menolak dokumen yang diajukan Branca. Perkembangan berikutnya bergantung pada penilaian hakim terhadap pengajuan kedua pihak dan dasar pembayaran yang diperdebatkan.