Jennifer Lawrence Masuk Bisnis Rambut lewat Mes°

Hiburan

Jennifer Lawrence merilis Mes°, brand perawatan rambut yang dikembangkan bersama Jasmina Aganovic, pendiri perusahaan bioteknologi Arcaea. Lini pertamanya berisi tiga produk dengan harga US$34 hingga US$52, atau sekitar Rp 560 ribu sampai Rp 850 ribu.

Mes° dirancang untuk menjawab persoalan yang dialami Lawrence saat menata rambut: produk dan alat penataan dapat membuat rambut kehilangan kelembapan, sementara perawatan yang terasa berat berisiko membuat rambut lepek. Alih-alih memilih salah satu kebutuhan, brand ini menawarkan produk yang ditujukan untuk mendukung kesehatan rambut sekaligus membantu penataan.

Wolipop melaporkan, pengembangan Mes° memakai pendekatan biologi. Aganovic memiliki latar pendidikan teknik kimia dan biologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), serta mendirikan Arcaea, perusahaan rintisan bioteknologi.

Tiga produk dengan fungsi berbeda

Produk dengan harga tertinggi adalah Multitask Repair Mask, yang dibanderol US$52 atau sekitar Rp 850 ribu. Masker ini memiliki beberapa cara penggunaan: sebelum keramas pada rambut kering, didiamkan semalaman, atau dimanfaatkan sebagai produk penataan.

Off-Duty Restyling Serum dijual seharga US$44, setara sekitar Rp 730 ribu. Sesuai namanya, serum tersebut ditujukan untuk membantu mempertahankan tampilan rambut dan menatanya kembali. Produk ini berada di antara masker dan mist dalam rentang harga koleksi perdana Mes°.

Adapun Good Roots Volume Mist menjadi produk dengan harga paling rendah, yakni US$34 atau sekitar Rp 560 ribu. Mist ini menggunakan teknologi ARC-5™ yang diklaim membantu mengangkat akar rambut dan mengendalikan minyak berlebih. Ketiganya menawarkan kegunaan berbeda, dari perawatan intensif hingga dukungan volume dan penataan ulang.

Informasi mengenai harga dalam rupiah tersebut merupakan perkiraan dari harga dolar AS yang dicantumkan. Bahan yang tersedia tidak merinci kanal penjualan maupun ketersediaan produk di Indonesia.

Berangkat dari kebutuhan pribadi Lawrence

Gagasan membangun brand rambut, menurut Lawrence, sudah muncul beberapa tahun sebelum Mes° diperkenalkan. Ia belum menemukan mitra yang sesuai sampai bertemu Aganovic dan mengenal pendekatan ilmiah yang dikembangkan melalui Arcaea.

“Sebagai konsumen, saya merasa ada sesuatu yang sangat dibutuhkan tetapi belum tersedia. Ketika tidak menemukannya, saya berpikir, ‘Kalau begitu, saya harus membuatnya sendiri,’” ujar Jennifer Lawrence, seperti dikutip Wolipop.

Lawrence mengatakan ia tidak ingin sekadar mengeluarkan produk yang sudah lazim ditemui di pasar. Nama Mes° juga berkaitan dengan citra dirinya yang kerap disebut berantakan. Ia ingin brand tersebut tidak hanya mewakili rambut yang ditata sempurna, tetapi juga sisi kehidupan yang lebih tidak teratur.

Pengalaman pribadi itu ikut membentuk arah produk. Lawrence menggambarkan adanya tarik-menarik antara menjaga kondisi rambut dan mempertahankan hasil tata rambut. Hairspray, alat bersuhu panas, serta teknik sasak dapat mengurangi kelembapan. Sebaliknya, masker tebal atau minyak rambut yang digunakan untuk merawat rambut bisa membuatnya kehilangan volume.

Pendekatan biologi di balik Mes°

Kerja sama dengan Aganovic menjadi landasan pengembangan Mes°. Alih-alih memperlakukan rambut hanya sebagai bagian yang perlu dibentuk, pendekatan brand ini menempatkan perawatan dan penataan dalam satu rangkaian. Sasaran yang disampaikan Lawrence adalah membuat rambut terasa lebih sehat dan kuat seiring pemakaian, sambil tetap memungkinkan pengguna menatanya.

Aganovic menilai rambut lebih kompleks daripada sekadar serat mati. Pandangan tersebut sejalan dengan latar biologi dan teknik kimianya, sekaligus menjadi dasar pendekatan berbasis biologi yang diusung Mes°.

“Kami melihat bahwa banyak orang memandang rambut sebagai serat mati. Padahal, dari sudut pandang biologi, rambut jauh lebih kompleks daripada itu,” kata Jasmina Aganovic.

Dengan tiga produk perdana tersebut, Mes° memadukan masker, serum, dan mist dalam koleksi yang menyasar kebutuhan perawatan serta penataan. Detail mengenai produk tambahan atau rencana pengembangan berikutnya belum disampaikan dalam laporan Wolipop.